Sistem Komunikasi Dan Media Baru di Era Pandemi

 


Komunikasi adalah aspek terpenting dalam kehidupan. Melalui peran nya, Komunikasi bisa menstabilkan segala keadaan, mewakili setiap perasaan dan fikiran, serta bentuk timbal balik oleh masing-masing individu dalam proses penyampaian pesan.Tanpa komunikasi kehidupan tidak akan berjalan dengan baik. Karna dengan komunikasi, kita bisa menyampaikan pesan kepada khalayak. Dan hal itu sangatlah mempengaruhi kinerja kita sebagai seseorang (apapun peran nya). Akan tetapi baru-baru ini komunikasi sedikit terhalang oleh adanya pandemi Covid19. Sudah hampir 6 bulan lebih kita memasuki era pandemi. Mulai dari di rumah saja hingga diperlakukan nya kebiasaan baru atau New Normal. Setiap hari kita dibuat khawatir akan tertularnya wabah yang satu ini. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk memutus mata rantai virus Covid19. Namun sampai detik ini pun pemerintah masih belum menemukan solusi atas menyebarnya virus Covid19.  

Tidak hanya berdampak pada aktifitas sehari-hari, masa pandemi ini juga sedikit menghambat proses terjadinya komunikasi. Bagaimana tidak, semenjak mamasuki era pandemi kita dianjurkan untuk dirumah saja serta menjaga jarak dengan setiap orang. Tentunya hal ini menghambat komunikasi secara langsung (seperti yang biasa kita lakukan sehari-hari). Ke efektifan komunikasi dalam penyampaian pesan pun  juga sangat menurun.

Namun, kita tidak bisa terus menerus seperti ini. Sebagai makhluk sosial komunikasi sangatlah penting. Berinteraksi dengan orang lain juga tak kalah pentingnya. Sehingga karna pentingnya komunikasi ini, di masa pandemi akhirnya memunculkan media baru yang berbasic online. Semua proses komunikasi di alihkan dalam bentuk virtual/online. Dengan tujuan kita terus melangsungkan proses bertahan hidup. Entah dari hal pekerjaan hingga pendidikan. Semua harus tetap berjalan meskipun kita sedang menghadapi era pandemi. Media baru yang berupa online ini sedikit membantu kita dalam melakukan komunikasi meskipun tidak secara langsung. Setidaknya sebuah pesan tersampaikan dan kita mendapatkan feedback dari komunikan secara langsung. Peralihan komunikasi dari secara langsung ke bentuk virtual ini mengakibatkan aplikasi yang berjalan di bidang meet online sangat gencar dicari oleh banyak orang. Sehingga mengakibatkan 8 dari 10 orang memiliki aplikasi semacam ini di android mereka. Aplikasi yang menyediakan ruang komunikasi antara lain sebagai berikut : Whatsapp Vidio, Telegram Vidio, Google Meet, Zoom Meeting, dan lain sebagainya. Selain sebagai media baru, beberapa aplikasi ini juga mampu mengganti rasa rindu mereka karena tidak bisa bertemu dan bersapa secara langsung.

Setelah melewati masa di rumah saja, akhirnya pemerintah menetapkan era New Normal/kebiasaan baru. Budaya quarantine pun sedikit demi sedikit menghilang akibat sudah diberlakukan nya New Normal ini. Aktifitas kita sehari-hari bisa berjalan seperti biasanya meskipun masih dalam tanda kutip “ mematuhi protokol kesehatan yang ada dan batasan-batasan yang sudah ditetapkan”. Tentunya segala aktifitas belum sepenuhnya bisa disebut normal kan? Tapi sudah lebih baik daripada masa dirumah saja.

Era new normal ini memunculkan bentuk komunikasi baru, kebiasaan baru, dan adaptasi di keadaan yang baru pula. Kebiasaan dan adaptasi yang baru ini masih meliputi protokol kesehatan seperti mencuci tangan pakai sabun, menggunakan sabun, menjaga jarak. Sedangkan bentuk komunikas baru yaitu kita lebih sering berkomunikasi menggunakan simbol. Dengan tujuan tetap menjaga jarak dan mengurangi interaksi secara langsung terhadap setiap orang. Karna pada dasarnya komunikasi itu memiliki bentuk yang sangat beragam. Kita tidak hanya bisa melakukan komunikasi dengan cara bercakap saja. Akan tetapi bisa dilakukan dengan berbagai hal lainnya. Komunikasi yang memiliki dua type yakni komunikasi verbal dan komunikasi non verbal ini memudahkan kita memilih bentuk komunikasi sesuai keadaan kita. Untuk keadaan saat ini/ di masa pandemi ini komunikasi secara verbal sangatlah cocok kita gunakan. Selain sifatnya yang tidak membutuhkan feedback secara langsung, komunikasi verbal ini juga mengurangi kita berinteraksi dengan orang lain. Pastinya sangat berhubungan dengan protokol kesehatan yang berlaku yakni tetap menjaga jarak.

Lantas bagaimana bentuk komunikasi verbal yang diterapkan saat ini?

Komunikasi verbal saat ini menjelma sebagai bentuk kebiasaan dan bentuk komunikasi baru yang mau tidak mau harus kita lakukan demi mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Contohnya antara lain adalah kita yang biasanya saling bertegur sapa dengan berjabat tangan ketika bertemu seseorang yang kita kenal, maka dalam masa pandemi ini kita cukup melambaikan tangan dari jauh. Dan apabila jaraknya terlalu dekat maka kita hanya perlu menyapa dengan cara menganggukkan kepala. Sebagai pengganti kita yang tidak bisa tersenyum kepada mereka karena sedang memakai masker. Adapun bentuk komunikasi verbal yang lain adalah berupa simbol dan tulisan. Simbol dan tulisan ini tentunya sangat dibutuhkan dalam keadaan saat ini. Contohnya adalah tanda silang yang diletakkan di kursi antrean beberapa tempat seperti Bank, Apotik, Rumah sakit, Klinik, Puskesmas, Dsb. Dan tanda silang yang berarti komunikasi verbal ini memiliki arti dilarang duduk ditempat yang sudah disilang. Tentunya hal ini juga merupakan bentuk dari penerapan protokol kesehatan yang ada. Beberapa pamflet bertuliskan “Kawasan Wajib Bermasker” di letakkan dimana-mana dengan tujuan untuk mematuhi protokol kesehatan juga.

Meskipun sudah memasuki era New Normal yang memiliki bentuk adaptasi, kebiasaan, serta komunikasi baru, tidak memadamkan media baru yang sudah dipakai semasa dirumah saja. Karna ke efektifan nya yang membantu kita berkomunikasi meskipun tidak saling tatap. Akan tapi mampu mampu mempermudah penyampaian pesan kepada orang lain dan memberikan feedback secara langsung. Oleh karena itu media dan komunikasi baru di era pandemi ini sangat dibutuhkan hingga masa pandemi berakhir. Oleh karena itu, kebiasaan dan adaptasi baru di masa new normal ini mari kita patuhi bersama-sama karena merupakan bentuk usaha kita dalam memutus mata rantai virus Covid19.

Komentar